Jubilee Rubi: Rubi Mogok 15,99 karat yang berkilau membara ini adalah permata berwarna termahal yang pernah terjual di lelang di Amerika Serikat
Nilai permata berwarna terus meningkat seiring bertambahnya apresiasi para pembeli terhadap keindahan dan kelangkaannya. Bahkan dengan harga lebih tinggi yang ditawarkannya, ketersediaannya masih sangat jauh dari cukup untuk memenuhi tingginya permintaan internasional. Jadi mungkin tidak mengherankan jika Jubilee Ruby, rubi terpenting di kelasnya yang ditawarkan untuk dijual di lelang di Amerika Serikat selama lebih dari 25 tahun, menjadi permata berwarna termahal yang pernah terjual di lelang di Amerika ketika mencapai harga $14,165,000 (£9.86 juta) di Christie’s di New York pada tanggal 20 April.
Jubilee Ruby seberat 15,99 karat adalah rubi terbesar kedua yang dilelang dalam lima tahun terakhir dan memiliki perkiraan nilai $12-15 juta. Untuk memahami mengapa rubi menarik harga yang memecahkan rekor seperti itu, ada baiknya mendalami sejarahnya.
Rubi dianggap oleh peradaban kuno sebagai permata paling berharga di alam ini tanpa diragukan lagi. Harga yang dibayarkan untuk sebutir rubi jauh melampaui harga intan, hal yang dapat dimaklumi karena intan tetap menjadi misteri hingga manusia mampu memotong material paling keras di bumi tersebut pada akhir tahun 1400-an.
Sebelum mineralogi menjadi sebuah ilmu pengetahuan, dengan bantuan kimia dan fisika, batu berwarna merah sulit dibedakan satu sama lain, sehingga spinel, beril, dan garnet sering kali disalahartikan sebagai rubi. Saat ini para ahli gemologi tidak hanya mampu mengetahui jenis batu tersebut, tetapi juga dari mana asalnya, yang membawa perbedaan besar dalam dunia rubi.
Mirah dapat ditemukan di sejumlah tempat, tetapi secara historis tambang-tambang legendaris di Burma (Myanmar) telah menghasilkan contoh-contoh yang paling indah. Hingga pertengahan abad ke-19, hanya Penguasa Burma atau seseorang yang dianggap layak olehnya yang diberi hak istimewa untuk memiliki permata yang begitu megah.
Batu-batu ini ditemukan tertanam jauh di dalam marmer bawah tanah di lembah Mogok di bagian utara Myanmar. Lembah ini hanya memiliki panjang dua mil dan lebar setengah mil, namun beberapa tambangnya mencapai kedalaman 400 meter dan tambang-tambang tersebut masih aktif hingga saat ini.
Seperti halnya semua permata berwarna, intensitas, rona, corak, saturasi, dan kemerataan warna merupakan hal yang penting dalam membuat sebuah permata diminati. Rubi Mogok memiliki kandungan kromium yang tinggi dan zat besi yang rendah, yang berperan sebagai agen pewarna, sehingga memberikannya “kilau api” ekstra. Batu-batu ini juga memiliki fluoresensi alami yang meningkatkan kecerahan warnanya, membuat batu tersebut tampak hidup, seolah-olah bercahaya dari dalam.
Jubilee Rubi adalah batu tua berbentuk bantalan (cushion) yang sangat mengindikasikan bahwa batu ini berasal dari tambang tua. Batu ini dipasang dengan indah pada rangka emas kuning 18 karat dan intan oleh pembuat perhiasan ternama Verdura, dan tak diragukan lagi menjadi sorotan utama dalam lelang Christie’s.
sumber: telegraph.co.uk


